Exhibition · 2023
Turbulence Of Exploration
KEMBARA KREATIF AGUS KAMA LOEDIN Pameran tunggal Pusaran Eksplorasi oleh Agus Kama Loedin di Bali menampilkan rekam jejak kreatifnya pasca pandemi. Menggabungkan karya seni kawat dan fotografi abstrak, pameran ini mengajak penikmat seni melihat fotografi bukan sekedar tiruan realitas, melainkan sebuah eksplorasi.
KEMBARA KREATIF AGUS KAMA LOEDIN
Pameran seni rupa Pusaran Eksplorasi (Turbulence of Exploration) di Locca Sea House, Jimbaran, Bali, pada 6 November – 6 Desember 2023 merupakan pameran tunggal perdana Agus Kama Loedin pada masa pasca pandemi Covid-19. Sebelumnya, perupa yang telah lama bermukim di Filipina ini menggelar pameran tunggal di Bali pada awal 2020, menjelang dunia dilanda pandemi. Agus kemudian menjalani hari-hari lockdown yang mencekam bersama kluarganya di filipina. ketika amuk pandemi telah reda, menjelang dicabutnya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) oleh pemerintah indonesia akhir 2022, Agus segera muncul lagi di Bali. Ia menggelar pameran bersama pelukis Made Uuk Pramahita di Galeri Zen1, Kuta. Pameran-pameran di sekitar masa pandemi tersebut mengisyaratkan betapa Bali sebagai "rumah kreatif" bagi Agus. Apalagi, kini Agus telah memiliki rumah di Sanur dan punya rencana untuk tinggal di Bali.
Sebagaimana terbayang pada judulnya, Pusaran Eksplorasi, pameran tunggal mutahir Agus Kama Loedin ini menampilkan sepilihaan karya yang dapat dipandang mewakili penjelajahan kreatif sang perupa sejak dahulu sampai sekarang. Ada dua harus besat kreativitas Agus yang terwakili ileh karya-karya yang menantang persepsi umum tentang fotografi. Dia mendorong fotografi untuk melampaui produktivitas normalnya demi menyalurkan arus deras energi kreatif.
Dengan kemampuan untuk memperlihatkan realitas secara apa adanya, fotografi menyampaikan pesan secara langsung. Foto mengungkapkan realitas kepada kita dengan cara menunjuk objek faktual langsung. Artinya foto berkerja dengan denotasi. Namun foto tidak berkomunikasi dengan kita menggunakan denotasi saja. Foto juga berkerja dengan konotasi, yaitu konteks yang membantu persepsi kita tentang apa yang terekam dalam foto.
Fotografi mendapatkan kekuatanya sebagai tiruan realitas hanya ketika denotasi dan konotasi bertemu, yaitu ketika foto memperlihatkan sesuatu yang sesuai dengan pengalaman kita tentang dunia nyata di luar foto. Pertemuan denotasi dan konotasi diupayakan terjadi secepat dan setepat mungkin dalam jenis fotografiyang berfungsi memberikan informasi, misalnya foto berita dan dokumenter. Sebaliknya, pertemuan denotasi dan konotasi justru diganggu dalam jenis fotografi lain yang tidak mementingkan informasi, misalnya foto seni. Dalam foto seni seperti karya-karya Agus, gangguan terhadap pertemuan denotasi dan konotasi ditekankan pada ekspose demi membangkitkan efek estetis.
Pameran seni rupa Pusaran Eksplorasi (Turbulence of Exploration) di Locca Sea House, Jimbaran, Bali, pada 6 November – 6 Desember 2023 merupakan pameran tunggal perdana Agus Kama Loedin pada masa pasca pandemi Covid-19. Sebelumnya, perupa yang telah lama bermukim di Filipina ini menggelar pameran tunggal di Bali pada awal 2020, menjelang dunia dilanda pandemi. Agus kemudian menjalani hari-hari lockdown yang mencekam bersama kluarganya di filipina. ketika amuk pandemi telah reda, menjelang dicabutnya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) oleh pemerintah indonesia akhir 2022, Agus segera muncul lagi di Bali. Ia menggelar pameran bersama pelukis Made Uuk Pramahita di Galeri Zen1, Kuta. Pameran-pameran di sekitar masa pandemi tersebut mengisyaratkan betapa Bali sebagai "rumah kreatif" bagi Agus. Apalagi, kini Agus telah memiliki rumah di Sanur dan punya rencana untuk tinggal di Bali.
Sebagaimana terbayang pada judulnya, Pusaran Eksplorasi, pameran tunggal mutahir Agus Kama Loedin ini menampilkan sepilihaan karya yang dapat dipandang mewakili penjelajahan kreatif sang perupa sejak dahulu sampai sekarang. Ada dua harus besat kreativitas Agus yang terwakili ileh karya-karya yang menantang persepsi umum tentang fotografi. Dia mendorong fotografi untuk melampaui produktivitas normalnya demi menyalurkan arus deras energi kreatif.
Dengan kemampuan untuk memperlihatkan realitas secara apa adanya, fotografi menyampaikan pesan secara langsung. Foto mengungkapkan realitas kepada kita dengan cara menunjuk objek faktual langsung. Artinya foto berkerja dengan denotasi. Namun foto tidak berkomunikasi dengan kita menggunakan denotasi saja. Foto juga berkerja dengan konotasi, yaitu konteks yang membantu persepsi kita tentang apa yang terekam dalam foto.
Fotografi mendapatkan kekuatanya sebagai tiruan realitas hanya ketika denotasi dan konotasi bertemu, yaitu ketika foto memperlihatkan sesuatu yang sesuai dengan pengalaman kita tentang dunia nyata di luar foto. Pertemuan denotasi dan konotasi diupayakan terjadi secepat dan setepat mungkin dalam jenis fotografiyang berfungsi memberikan informasi, misalnya foto berita dan dokumenter. Sebaliknya, pertemuan denotasi dan konotasi justru diganggu dalam jenis fotografi lain yang tidak mementingkan informasi, misalnya foto seni. Dalam foto seni seperti karya-karya Agus, gangguan terhadap pertemuan denotasi dan konotasi ditekankan pada ekspose demi membangkitkan efek estetis.
Selected Plates
A closer examination.
Each plate below is presented in the sequence curated for private view — the work unfolds as a moving editorial, each plate bearing its own inscription.
Inspired by this collaboration?
Every project begins with a private audience. Ours could be the conversation that redefines your next chapter.